
Senin, 02 Maret 2009
DAMPIT - Sebanyak 500 guru ngaji se-Kabupaten Malang digembleng metodologi pembelajaran Alquran. Dalam acara yang diselenggarakan di Masjid Baiturrahim, Dampit ini, para guru TPQ, madrasah serta pondok pesantren itu diharapkan mampu memberikan model pembelajaran yang efektif dan mudah dipahami. "Kami ingin para guru ngaji juga mengikuti perkembangan model pembelajaran," ujar Ustad Zaenal Arifin, panitia penyelenggara kegiatan dari Forum Peduli Assyuro Kabupaten Malang.
Zaenal mengatakan, selama ini para guru ngaji masih banyak yang menggunakan model lama dalam pembelajaran. Sehingga perlu ada tambahan wawasan baru. Supaya para anak didik bisa menyerap pelajaran dengan baik. Zaenal menambahkan, dalam kegiatan itu mereka diberi materi bermain cerita menyanyi (BCM).
Materi ini diutamakan bagi para guru TPQ yang mengajar anak-anak kecil. Karena, cara-cara tersebut sesuai dengan dunia anak kecil. "Jadi mengajar anak kecil tidak boleh keras dan kaku, harus bisa bermain dan bercanda," ujar alumni UIN Malang ini.
Kabag Bina Mental dan Kerohanian Kabupaten Malang Hafi Lutfi mengatakan, kegiatan semacam itu perlu dilakukan kepada para guru ngaji. Karena mereka adalah benteng moralitas masyarakat. Dia berharap, kegiatan semacam ini bisa diadakan secara rutin.
Menurut dia, pemkab sangat berharap peran paa guru ngaji dan pendidik agama untuk ikut membangun moral masyarakat. Selain materi BCM, mereka juga mengikuti seminar pendidikan yang disampaikan oleh Ustad M Arifin, Nur Hidayatul Choir, serta Robikin Emhas.
Dalam kesempatan tersebut, Robikin menilai bahwa peran guru ngaji dalam ikut andil mencerdaskan anak tidak boleh disepelekan. "Justru dari guru ngaji ini muncul bibit-bibit generasi muda sebagai penjaga moral di masyarakat," kata Robikin. (lid/ziz)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon Tinggalkan Alamat Blog untuk Silaturrahim